Laporan Triwulan II

Setelah kita semua membaca executive summary laporan triwulan dua, maka berikut akan kami sajikan bentuk fisik laporan yang kami buat. Baru saja selesai diambil dari penjilidan, laporan ini akan segera didistribusikan kepada mereka yang berhak. Salam FONGA SAMA!

Arian dan Laporan

Dokter Arian dengan bangga berdiri di samping laporan yang ditumpuk sedemikian rupa sehingga nampak tinggi. Lampiran dalam laporan ini cukup banyak, menggambarkan tingginya aktivitas kegiatan di lingkungan RSUD Ende dalam kegiatan sister hospital ini.

Laporan dan Pak Yollan

Pak Yollan bangga karena habis mengeluarkan uang banyak untuk copy dan jilid laporan triwulan dua.

Posted in Berita | Leave a comment

Executive Summary Triwulan Kedua

Rumah Sakit Panti Rapih dan RSUD Ende mendapatkan berbagai pengalaman baru dalam empat bulan terakhir periode ini. Terdapat beberapa perubahan yang mendasar selama empat bulan ini, terutama bergabungnya Bagian Kesehatan Anak FK Udayana / RSUP Sanglah dalam pelayanan medis di RSUD Ende setelah berpindahnya dr. Agata Agustini Utari, SpA ke Semarang.

Pembangunan PONEK 24 jam tidak dapat terlepas dari manajemen rumah sakit secara umum. Secara kebetulan, pada periode ini tim manajemen RS Panti Rapih dapat berperan serta dalam kegiatan performance management and leadership (PML). Pendampingan ini diharapkan dapat sinkron dengan usaha RSUD Ende untuk menjadi badan layanan umum daerah (BLUD). Dengan status BLUD, peningkatan pelayanan adalah syarat utama yang dapat secara terus menerus dievaluasi dan dikembangkan.

Pada akhir semester satu program sister hospital ini, keempat tugas utama yang dibebankan kepada RS Panti Rapih telah dapat terlaksana semua dengan baik. Keempat tugas tersebut adalah pelayanan PONEK 24 jam, capacity building, persiapan pendidikan dokter spesialis, dan pembinaan sistem rujukan.
Selama empat bulan terakhir terdapat upaya masif dan sungguh-sungguh dalam upaya peningkatan kompetensi pelayanan kesehatan di RSUD Ende. Pendampingan di lingkungan RSUD Ende sendiri telah dilakukan dengan bedside teaching, pertemuan klasikal, dan lain-lain. Di lain pihak, diadakan pula program magang tenaga klinik yang diikuti oleh enam karyawan RSUD Ende dan program magang manajemen yang diikuti oleh dua belas pejabat struktural di lingkungan RSUD Ende.

Kedua program pendampingan ini diarahkan untuk memupuk kerja sama internal di dalam unit kerja maupun antara unit kerja. Setiap tenaga klinik maupun pejabat struktural yang mengikuti program magang mendapatkan satu seri logbook yang harus diisi dengan refleksi perbedaan fakta-fakta tertentu di RS Panti Rapih dan di RSUD Ende. Refleksi-refleksi ini menjadi dasar pembuatan plan of action sekembalinya para tenaga klinik dan pejabat struktural di RSUD Ende.

Kabar gembira datang dari FK Udayana / RSUP Sanglah dengan secara resmi diterimanya dr. Gede Semarawima di program pendidikan dokter spesialis anestesi dan reanimasi dan dr. Ardanta Dat Topik Tarigan di program pendidikan dokter spesialis kesehatan anak. Keduanya adalah dokter pegawai negeri sipil (PNS) kabupaten Ende yang dikirim belajar dengan dukungan pembiayaan dari Kabupaten. Keduanya nanti setelah menyelesaikan pendidikan di FK Udayana / RSUD Sanglah akan melayani secara purna waktu di RSUD Ende. Keduanya juga telah menandatangani perjanjian notaris mengenai pelayanan di Kabupaten Ende.

Pembinaan sistem rujukan sesuai dengan program kerja telah dilaksanakan semua pada dua bulan awal program sister hospital reguler tahap kedua. Pada empat bulan terakhir, pembinaan sistem rujukan diarahkan pada kelengkapan syarat pengiriman rujukan yang sampai pada RSUD Ende. Masih terdapat cukup banyak rujukan baik ibu dan bayi yang tidak memenuhi himbauan sesuai mnemonic “BAKSOKU” (bidan/pengantar, alat kesehatan, kendaraan, surat rujukan, obat, keluarga, dan uang).

Pada monitoring dan evaluasi bulan Oktober yang lalu kami mencoba membuat terobosan dengan membuka sesi motivasi dan team working pada level pelaksana. Dalam keadaan yang rutin, para kepala ruang dan unit-unit kerja biasa ikut dalam sesi classroom pembahasan monev.  Kali ini, para pelaksana di ruang pelayanan dan unit-unit kerja lain kami ajak untuk sejenak berkumpul, berdiskusi terarah, dan melakukan beberapa permainan untuk mengasah kerja sama.

Tanggapan para karyawan RSUD Ende di level pelaksana cukup bervariasi, namun sebagian besar mengaku bahwa kegiatan ini membuka wawasan mereka mengenai penyelenggaraan manajemen rumah sakit yang baik. Nampak bahwa kesadaran mereka untuk kolektivitas kehendak untuk maju mulai menggeliat. Dalam acara ini, manajemen RSUD Ende dapat melihat secara langsung semangat para karyawan untuk maju.

Walau demikian, usaha pendampingan yang secara masif sudah dilakukan oleh RS Panti Rapih ternyata belum berdampak secara signifikan dalam penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Sejak awal target kinerja kami tidak secara langsung mengarah pada penurunan angka kematian ibu dan kematian bayi. Tim manajemen RS Panti Rapih lebih berusaha menekankan pada proses yang mendukung pelayanan PONEK agar dapat berlangsung lebih sistematis sehingga kualitas pelayanan PONEK akhirnya dapat meningkat. Namun tetap saja tim manajemen masih merasakan ketidakpuasan akibat angka kematian ibu dan bayi yang tidak banyak berubah.

Selama enam bulan terakhir (satu semester), terdapat tiga kematian ibu dan tiga belas kematian neonatus. Apabila dibandingkan per semester mulai dari semester pertama tahun 2010, angka kematian ibu relatif menetap dengan jumlah persalinan yang kurang lebih sama. Angka kematian bayi memang masih bervariasi namun kecenderungannya turun. Terdapat peningkatan angka kematian bayi yang cukup tinggi pada dua bulan terakhir.

Mencari penyebab kematian ibu dan bayi memang tidak mudah. Audit kematian memang rutin dilakukan, namun secara umum ada perbedaan latar belakang kematian pada ibu dan pada bayi. Banyaknya kasus obstetri di RSUD Ende adalah salah satu yang melatarbelakangi. Dengan pelayanan hanya satu ahli kebidanan dan penyakit kandungan menjadikan beban pekerjaan yang sangat tinggi dan kelelahan yang luar biasa. Latar belakang lain adalah tingginya kasus rujukan yang datang ke RSUD Ende. Sebagian besar masih belum disertai dengan sistem rujukan yang baik dan dengan demikian juga belum ditata laksana dengan baik dulu sebelum dirujuk.

Hampir dalam setiap kesempatan magang tenaga klinik di RS Panti Rapih selalu menyertakan perawat perinatologi. Total sudah ada tiga orang perawat dan kepala ruangnya yang sudah mengikuti magang di RS Panti Rapih. Satu orang perawat purna waktu dari RS Panti Rapih juga berkarya di ruang perinatologi. Setiap perawat yang mengikuti pemagangan selalu membuat rencana kerja. Sarana juga telah dilengkapi dengan mesin CPAP dan inkubator. Walau demikian masif usaha yang telah dilakukan, kematian bayi masih terjadi.

Kegiatan pemagangan tenaga klinik maupun manajemen mempunyai dampak kualitatif yang baik. Setelah kegiatan pemagangan, wawasan para tenaga klinik dan manajemen tampak lebih terbuka. Keterbukaan ini membawa pada komitmen untuk lebih baik dalam memberikan pelayanan medis dan pelayanan klinis lain. Dampak lain adalah adanya beberapa kebiasaan baik yang dibawa ke RSUD Ende. Salah satunya adalah briefing pagi, laporan pagi, buku-buku pencatatan dan dokumentasi, dan lain-lain.

Sejalan dengan analisis pada performance management and leadership (PML) yang dilakukan oleh tim yang sama, permasalahan yang mengemuka di RSUD Ende dalam hal kualitas pelayanan klinis adalah permasalahan kepemimpinan. Dengan adanya program (PML), diharapkan dapat memberikan nilai tambah positif pada pelayanan PONEK 24 jam lewat pendampingan kepemimpinan.

Demikian dapat disimpulkan bahwa pada semester pertama program reguler kedua sister hospital ini telah dapat dijalankan dengan cukup baik. Ada beberapa kendala yang muncul dan ada beberapa resiko yang harus dihadapi. Kematian ibu dan kematian bayi masih terjadi. Tim manajemen optimis bahwa kerja sama sister hospital ini dapat berhasil dengan baik pada akhir periode ini. Ditambah dengan kegiatan pendampingan manajemen dan kepemimpinan lewat PML, diharapkan kinerja RSUD Ende dapat lebih meningkat.

Posted in Berita | 1 Comment

Magang Manajemen

Magang tenaga klinik telah dilaksanakan beberapa kali. Dengan demikian, telah ada beberapa karyawan RSUD Ende yang telah merasakan dan mempelajari sendiri mengenai budaya kerja dan sistem yang ada di RS Panti Rapih. Dalam implementasi di RSUD Ende, tidak mudah untuk menyusun sistem dan tata kerja yang baru. Hal ini terkait dengan peran para kepala instalasi atau kepala ruang. Oleh karena itu, untuk mendorong percepatan perubahan budaya kerja, diadakan magang manajemen di RS Panti Rapih.

Magang ini sendiri dilakukan sepanjang tiga hari kerja saja mengingat posisi strategis para peserta magang di RSUD Ende. Selain aspek-aspek manajemen, sarana prasarana, sumber daya manusia, dan budaya kerja, dalam pemagangan ini, ditekankan pentingnya kerja sama antara unit-unit kerja di RS Panti Rapih. Diharapkan pemahaman terhadap eratnya kerja sama antar unit dan antar profesi di RS Panti Rapih dapat diaplikasikan ke RSUD Ende. Pada akhir magang manajemen, seluruh peserta magang diminta untuk membuat plan of action yang akan dikerjakan sepulang dari magang.
Para peserta magang manajemen adalah sebagai berikut:

  1. Ismiyati S. Demu  — Kamar Bedah
  2. Aloysia Ernesta S. S. Dugo  — Kamar Bersalin
  3. Morkida M. Rodja  — Perinatologi
  4. Serafin M. Sela  — Intensive Care Unit
  5. Agustinus Nyoman Gudi  — Instalasi Gawat Darurat
  6. Kristina Ndona  — Ruang Perawatan Anak
  7. Yasinta Domiria  — Ruang Penyakit Dalam III
  8. Nurma Rasyid   — Poliklinik
  9. Kristana M. Kasi   — Farmasi
  10. Wilhelmus Hami  — Tim Kerja Sister Hospital
  11. I Wayan Arnama  — Tim Kerja Sister Hospital
  12. Maryanti Ola  — Tim Kerja Sister Hospital

Berikut adalah beberapa foto mengenai kegiatan pemagangan manajemen:

Magang Manajemen

Pertemuan di sore hari diadakan di ruang pertemuan St. Antonius Lt. 2 RS Panti Rapih. Acara dipimpin langsung oleh dr. Triharnoto. Peran kerja sama tim dalam berbagai unit kerja menjadi titik berat kegiatan pemagangan ini.

Dokter John Hartono

Dokter John Hartono sebagai house officer sekaligus penanggung jawab teknis program magang manajemen sedang menjadi notulis untuk pertemuan sore.

Program magang manajemen ini menghasilkan beberapa rencana kerja seperti misalnya:

  1. Mengembangkan adanya apotik khusus bagi pasien rawat inap di UGD
  2. Menyusun SOP penerimaan dan orientasi pegawai baru di UGD
  3. Membangun pemahaman bersama antara dokter yang merwat pasien dengan petugas CODER/pengelola JAMKESMAS
  4. Mengoptimalkan peran komite Keselamatan Pasien
  5. Pengelolaan obat  dan bahan habis pakai yang sudah kadaluwarsa
  6. Mengoptimalkan kerjasama antara ketiga ruangan dalam hal rawat gabung bayi dan ibu
  7. Meningkatkan budaya kerja disiplin seluruh staf
  8. Mengoptimalkan pemberian indentitas bayi/pasien baru
  9. Meningkatkan budaya disiplin kerja
  10. Membangun budaya kerja sama tim
  11. Membuat standar dan indikator mutu

Semua rencana kerja tersebut akan sedapat mungkin juga diimplementasikan dalam PML. Semoga kegiatan magang manajemen ini sunggu bermanfaat dan dapat memberikan daya ungkit positif dalam menuju RSUD Ende yang sukses melayani dengan hati dan senyum. Salam Fonga Sama!

Posted in Berita | 1 Comment

PML — Benchmark

Langkah ketiga dalam PML adalah kaji banding atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai benchmark. Rasanya semua akan sepakat bahwa kita tidak akan mempergunakan istilah “studi banding” karena istilah tersebut telah mengalami degradasi makna.

Berdasarkan hasil yang didapat pada langkah kedua, timbul diskusi di mana kegiatan kaji banding akan dilangsungkan. Pilihan dalam pertemuan di Surabaya akhir November telah membawa pada beberapa pilihan yaitu RSUD Bantul, RSUD Banyumas, RSUD Tulungagung, RSUD Karangasem, RSUD Tabanan, dan RSUD Gianyar. Beberapa pertimbangan kemudian mengemuka. Ada RSUD yang tidak menguntungkan diakses bersama oleh tim RS Panti Rapih dan pejabat struktural RSUD Ende. Ada pula RSUD yang walaupun tipe C namun mempunyai pelayanan yang mendekati tipe B sehingga jauh dari karakter pelayanan di RSUD Ende.

Setelah berbagai pertimbangan dikemukakan, dipilihlah RSUD Karangasem di Provinsi Bali sebagai tempat yang ideal sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan kaji banding. Rumah sakit ini telah berbentuk BLUD, telah lulus akreditasi, mempunyai kerja sama pendidikan dengan institusi pendidikan, dan mempunyai diferensiasi pelayanan yang tidak jauh berbeda dengan RSUD Ende.

Kegiatan kaji banding dilaksanakan pada hari Kamis-Jumat, 12-13 Januari 2012. Tim RS Panti Rapih adalah ketiga pendamping PML, yaitu dr. Toto, dr. Arian, dan Pak Yollan sedangkan pejabat struktural RSUD Ende yang ikut adalah dr. Yayik, Pak Piet, Ibu Tuti, dr. Lucia, dan Ibu Mensi. Hadir pula mendampingi adalah mentor lokal dr. Don. Merupakan kebanggaan bagi tim PML karena komitmen pemerintah kabupaten Ende yang sangat tinggi dengan hadirnya Bapak Sekda Yoseph Ansar Rera, Kepala Bappeda dr. Dominikus M. Mere, Kepala DPPKAD Ende, dan ketua Komisi C DPRD Ende Heribertus Gani.

Berikut adalah beberapa foto yang mewakili kegiatan tersebut.

Pembukaan Benchmark

Direktur RSUD Karangasem bersama dengan Sekda Kabupaten Ende membuka acara benchmark

Peserta Benchmark

Tampak pada latar depan dari kiri ke kanan: dr. Toto, dr. Yayik, Ketua Komisi C DPRD Ende, Kepala Bappeda, dan Kepala Dinas PPKAD Ende

Presentasi dr. Toto

Dokter Triharnoto sedang mempresentasikan latar belakang kunjungan RSUD Ende ke RSUD Karangasem terkait dengan BLUD dan PML

Ibu Tuti

Kepala Bidang Penunjang RSUD Ende sedang berdiskusi aktif dengan sejawatnya dari RSUD Karangasem

Dokter Lucia

Dokter Lucia sedang berdiskusi mengenai pelayanan medis secara umum dan peningkatan mutu pelayanan dengan koleganya dari RSUD Karangasem

Mensi - Yollan

Ibu Mensi didampingi Pak Yollan sedang secara aktif mengajukan pertanyaan mengenai pengelolaan keuangan RSUD Karangasem. Dalam rangka perubahan menjadi BLUD, pengelolaan keuangan mendapatkan tempat yang sangat penting dan strategis

Diskusi Direktur

Direktur RSUD Ende didampingi dr. Triharnoto dan dr. Don sedang berdiskusi mendalam dengan Direktur RSUD Karangasem

Foto Bareng

Selesai acara, kedua belah pihak menyempatkan diri untuk berfoto bersama

Demikian kisah singkat mengenai kegiatan kaji banding.

Posted in Berita | Leave a comment

PML – Need Assessment

Tim pendamping PML dari RS Panti Rapih melaksanakan tahap kedua pendampingan pada bulan November 2011. Kegiatan ini dilaksanakan lebih awal dari pasangan-pasangan PML yang lain karena pada pertengahan sampai akhir bulan Desember telah banyak agenda acara di lingkungan RS Panti Rapih. Pada minggu kedua bulan Desember juga diadakan magang manajemen RSUD Ende ke RS Panti Rapih sehingga tidak memungkinkan untuk diadakan kegiatan need assessment pada bulan Desember.

Langkah kedua dalam PML ini berfokus pada penilaian kebutuhan dan analisis penilaian kebutuhan, Ketiga pendamping mempergunakan tools yang dipersiapkan oleh PMPK FK UGM untuk melakukan need assessment. Hasil pengamatan ini nanti akan dipakai sebagai dasar untuk menyusun rencana kaji banding (benchmark) dan rencana kegiatan PML selanjutnya.

Komunikasi antara RSUD dan pelanggan

Peringatan yang ditempel pada ruang perawatan penyakit dalam ini menggambarkan kondisi komunikasi antara RSUD dan pelanggan RSUD.

Komunikasi Direktur dan Pelanggan RSUD

Penempelan salinan surat keputusan maupun edaran semacam ini adalah cara yang mudah dalam melakukan komunikasi satu arah antara manajemen RSUD dan pelanggan. Perlu diimbangi juga dengan sarana sehingga pelanggan bisa melakukan komunikasi dengan manajemen RSUD.

"Ruwet"-nya konsep PML

Di hari pertama, tim pendamping ketiga bidang manajemen membicarakan latar belakang permasalahan sehingga diadakan kegiatan PML. Ini adalah hasil diskusi yang cukup panjang antara ketiga pendamping dengan jajaran manajemen dan pimpinan unit kerja di lingkungan RSUD Ende.

Rencananya, hasil need assessment ini akan dapat dibaca di sini.

Posted in Berita | 1 Comment

Performance Management and Leadership (PML)

Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan program pembangunan kesehatan adalah faktor kepemimpinan dan manajemen pada setiap tatanan organisasi kesehatan mulai dari Tingkat Pusat sampai Tingkat Daerah bahkan sampai Tingkat Puskesmas. Fungsi manajemen pembangunan kesehatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan kesehatan dapat dilaksanakan dengan baik, apabila pada setiap tatanan organisasi kesehatan dinahkodai oleh seorang pimpinan/manajer yang memahami dan mampu melaksanakan tupoksi sebagai pemimpin yang baik.

Dalam menjalankan fungsi kepemimpinan dan manajemen yang professional, seorang pimpinan/manajer harus dapat menunjukan kinerja berbasis kompetensi serta memiliki komitmen yang kuat yang didukung oleh etika dan moral yang baik. Pemimpin/manajer kesehatan harus mempunyai kemampuan dalam menggerakan sumber daya kesehatan yang terbatas, baik dalam hal jumlah maupun mutu, agar dapat mencapai tujuan pembangunan kesehatan.

Dampak rendahnya kinerja pemimpin/manajer kesehatan di Provinsi NTT menjadi salahsatu penyebab rendahnya derajat kesehatan masyarakat dengan indikator masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). AKI di Provinsi NTT sebesar 306/100.000 masih tinggi bila dibandingkan dengan AKI Nasional sebesar 228/100.000 dan AKB juga masih sangat tinggi yaitu sebesar 57/1000 kelahiran dibandingkan dengan AKB Nasional yaitu 34/1000 kelahiran (SDKI 2007). Dalam rangka akselerasi penurunan AKI dan AKB di Provinsi NTT maka Gubernur Nusa Tenggara Timur mencanangkan Program Revolusi KIA. Implementasi dari Program Revolusi KIA akan mencapai hasil yang optimal apabila didukung dengan manajmen dan kepemimpinan yang baik.

Sehubungan dengan itu maka Dinas kesehatan Provinsi NTT memandang penting untuk melaksanakan program yang dapat meningkatkan performa manajemen dan kepemimpinan dalam bidang kesehatan melalui “Performance Management and Leadership (PML)”. Dampak dari implementasi kegiatan ini adalah peningkatan kinerja RSUD Kabupaten/kota yang pada akhirnya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Provinsi NTT.

Ada 3 tujuan Program Sister Hospital Performance Management and Leadership (PML):

  1. Meningkatkan kompetensi manajerial dan kepemimpinan manajer di 11 rumah sakit kabupaten
  2. Meningkatkan manajemen operasional kunci dan sistem dukungan administrasi di 11 rumah sakit kabupaten.
  3. Mengaktifkan 11 rumah sakit kabupaten untuk menghasilkan perbaikan rencana strategis dan tahunan beserta anggarannya yang mendukung pencapaian target KIA Revolusi dan mencapai status BLU.

Semuanya ini diharapkan berujung pada peningkatan performa kepemimpinan di RSUD yang akan mendorong peningkatan mutu pelayanan di RSUD tersebut. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan di RSUD diharapkan akan dapat menjadi daya ungkit yang positif pada penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ada tiga pendampingan manajemen dan kepemimpinan yang dijalankan yaitu:

  • Manajemen Umum, akan didampingi oleh dr. Triharnoto, M.B.A., M.Sc., SpPD
  • Manajemen Klinik, akan didampingi oleh dr. Robertus Arian D.
  • Manajemen Keuangan, akan didampingi oleh A. Yollan Permana, S.E., M.M., Ak.

Rumah Sakit Umum Daerah Ende dan RS Panti Rapih dalam perkembangannya juga terlibat dalam PML ini. Dalam perkembangannya, ada tujuh langkah yang secara bersama akan diikuti kedua belah pihak, yaitu:

  1. Harmonisasi
  2. Need assessment
  3. Benchmark (kajian lapangan)
  4. Penerapan kajian lapangan
  5. Pelatihan kala karya
  6. Monitoring dan Bimtek PML
  7. Evaluasi PML

Mentor lokal sebagai motor penggerak di Ende adalah dr. J. Don Bosco Do, M.Kes. Mentor lokal bekerja secara melekat dengan RSUD Ende dan berkoordinasi secara intensif dengan tim PML di RS Panti Rapih.

Ditulis oleh dr. Robertus Arian D. dengan kutipan dari situs Manajemen Rumah Sakit.

Posted in Artikel | 2 Comments

Monev Oktober 2011

This gallery contains 8 photos.

More Galleries | Leave a comment

Selamat Menempuh Pendidikan

Tim manajemen sister hospital RS Panti Rapih beserta dengan manajemen RSUD Ende ingin membagikan kegembiraan dan syukur atas diterimanya dr. Gede Semarawima dan dr. Ardanta Dat Topik Tarigan pada program pendidikan dokter spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana / RSUP Sanglah di Denpasar, Bali. Dokter Gede akan memperdalam ilmu anestesi dan reanimasi sedangkan dokter Topik akan memperdalam ilmu kesehatan anak. Keduanya nanti akan kembali sebagai dokter purna waktu di RSUD Ende sebagai dokter spesialis setelah kelulusan mereka nanti sebagai dokter spesialis. Semoga diterimanya kedua dokter ini memberikan daya ungkit yang kuat bagi semangat FONGA SAMA melayani dengan hati dan senyum. Bagi dr. Gede dan dr. Topik, kami ucapkan selamat menempuh pendidikan spesialis! Doa kami beserta dokter berdua!

Posted in Berita | 5 Comments

Selamat Menempuh Hidup Baru

Keluarga besar Rumah Sakit Panti Rapih dan Rumah Sakit Daerah Ende mengucapkan selamat menempuh hidup baru bagi dr. Made Adi Kusuma dan dr. Yanitama Putri yang telah menikah pada hari Jumat, 30 Desember 2011 yang lalu. Semoga keluarga baru ini diberkati dengan umur panjang, disemarakkan dengan anak-anak, dan dicintai oleh kaum kerabatnya.

Selamat menempuh hidup baru!

Selamat menempuh hidup baru!

Pengantin berbahagia

Pengantin berbahagia

Catatan: Terima kasih kepada dr. Ketut Seridiami yang telah mengirimkan foto-foto ini.

Posted in Berita | Leave a comment

Menikmati Ende Bagian 05

This gallery contains 11 photos.

More Galleries | 1 Comment

Menikmati Ende Bagian 04

This gallery contains 9 photos.

More Galleries | Leave a comment

Pelatihan Resusitasi Neonatus Oleh Tim Perinasia Pusat

Asfiksia neonatus masih merupakan penyebab utama kematian bayi baru lahir di Indonesia termasuk di Nusa Tenggara Timur. Hal ini tak lepas dari kemampuan petugas dalam penanganan yang cepat dan tepat pada saat bayi baru lahir khususnya dalam hal melakukan resusitasi. Oleh karena itu dalam rangka peningkatan Pelayanan Obstetri Neonatus Dasar (PONED) dan Pelayanan Obstetri Neonatus Komprehensif (PONEK), RSUD Ende dengan dukungan dari Australia Indonesia Partnership for Maternal Neonatal Health (AIPMNH) mengadakan Pelatihan Resusitasi Neonatus bagi Dokter, Bidan dan Perawat RS, dan Puskesmas di Kabupaten Ende.

Pelatihan ini dilakukan oleh Tim Perinasia Pusat, yakni Dr. dr. Nani Dharmasetiawani, SpA(K) ( Jakarta), dr. B. Wirastari Marnoto, SpA, IBCLC (Jakarta), dr. RAy Siti Lintang Kawuryan, SpA(K) (Malang), dr. Elizeus Hanindito, SpAn.KIC (Surabaya), dr. I Wayan Retayasa, SpA(K) ( Denpasar), dan dr. Woro Indri Padmosiwi, SpA (Kupang). Peserta adalah dokter, bidan, dan perawat yang berasal dari RSUD Ende (23 orang) dan 13 Puskesmas PONED yang berada di Kabupaten Ende.

Pelatihan Resusitasi oleh Tim Perinasia Pusat yang baru pertama kalinya diselenggarakan di tingkat kabupaten di propinsi Nusa Tenggara Timur ini mendapatkan respon yang sangat positif dari peserta, terlihat dengan antusiasme peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan yang banyak melatih ketrampilan dan praktek dalam melakukan resusitasi. Sebanyak 33 peserta memperoleh sertifikat sebagai provider untuk resusitasi neonatus.

Ditulis oleh : dr. Agustini Utari, SpA

Pembukaan Pelatihan Resusitasi Neonatus oleh Ibu Direktur RSUD Ende dr. Yayik Pawitra Gati, SpM

Para peserta serius mengerjakan Pre Test

Pengenalan alat resusitasi oleh dr.B. Wirastari, SpAK

dr. I Wayan Retayasa, SpAK tengah memberikan materi tentang Pemberian Obat-obatan pada Resusitasi Neonatus

Praktek penilaian dan langkah awal pada bayi baru lahir

Praktek melakukan Ventilasi Tekanan Positif dan Pijat Jantung

Praktek melakukan intubasi

Foto bersama pelatih, peserta dan panitia

Posted in Berita | 2 Comments